Disdik Kabupaten Bogor Siapkan 8.963 Kuota Beasiswa Sekolah Swasta, Anggaran Rp 900 Ribu per Siswa
BOGOR RESPONS – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah mematangkan program jaminan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Sebanyak 8.963 kuota beasiswa disiapkan untuk siswa yang akan melanjutkan jenjang pendidikan di sekolah swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Program yang diluncurkan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS) sekaligus mendongkrak angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di wilayah Kabupaten Bogor.
Langkah Strategis Menekan Angka Putus Sekolah
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Maman Nurpadilah, mengungkapkan bahwa program SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun ini membawa skema baru yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan. Beasiswa gratis ini disiapkan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa mengenyam pendidikan berkualitas meski di sekolah non-pemerintah.
"SPMB tahun ini sangat berbeda karena kami sedang mempersiapkan program Pak Bupati, yaitu penyaluran beasiswa gratis bagi siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah swasta. Kuota total yang kita siapkan ada sebanyak 8.963 siswa," ujar Maman saat memberikan keterangan pada Kamis (18/6/2026).
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Disdik menetapkan syarat mutlak bagi calon penerima. Data siswa harus sudah terverifikasi dan masuk dalam data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), khususnya pada kategori Desil I dan Desil II.
Distribusi Kuota Variatif di 180 Sekolah Swasta
Program beasiswa ini nantinya akan disebar secara luas di 180 sekolah swasta yang tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Meski total kuota mencapai ribuan, Maman menjelaskan bahwa jatah kursi di tiap sekolah akan sangat variatif, tergantung pada kapasitas dan kesiapan operasional masing-masing lembaga swasta yang bekerja sama.
"Kuotanya bervariatif, dari total 180 sekolah tersebut ada yang hanya menyediakan kuota untuk 4 siswa, namun ada juga sekolah yang siap menampung hingga 200 siswa. Semua kembali pada bagaimana ketersediaan dan kesiapan sekolah swasta itu sendiri dalam mempekerjakan sistem ini," tuturnya.
Untuk memudahkan pendaftaran, Disdik telah mengintegrasikan program ini ke dalam sistem aplikasi SPMB. Saat calon peserta didik melakukan login, sistem akan langsung menyajikan dua pilihan menu utama: mendaftar ke sekolah negeri atau memilih jalur beasiswa sekolah swasta gratis.
Skema Bantuan Finansial dan Sistem Kelulusan
Mengenai nilai manfaat, setiap siswa yang lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan operasional sebesar Rp 900.000 per tahun. Jika ditata-ratakan secara bulanan, dana bantuan ini setara dengan Rp 75.000 per bulan per siswa untuk membantu meringankan biaya pendidikan di sekolah swasta tujuan.
Pendaftaran jalur beasiswa swasta ini dijadwalkan dibuka mulai 22 Juni hingga 27 Juli 2026. Maman menegaskan tidak ada proses seleksi akademik dalam jalur ini, namun sistem yang digunakan memprioritaskan kecepatan mendaftar.
"Prinsipnya siapa cepat dia dapat. Selama kuotanya masih ada dan calon siswa masuk dalam kategori Desil I atau Desil II, mereka bisa langsung diterima. Syarat administrasi lainnya sangat mendasar, yakni wajib warga asli Kabupaten Bogor yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK), serta sudah dinyatakan lulus dari jenjang Sekolah Dasar (SD)," pungkas Maman. (A)
Related Articles