Prabowo Subianto Tegaskan Kritik Diperlukan, Tetapi Keamanan Demokrasi Harus Dijaga

Pemerintah 01 Jul 2026 19:03 2 min read 24 views By admin

Share berita ini

Prabowo Subianto Tegaskan Kritik Diperlukan, Tetapi Keamanan Demokrasi Harus Dijaga
Kritik Membangun, Demokrasi Terjaga, Negara Berdaulat.

BOGOR RESPONS - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati. 

 

Namun, ia mengingatkan agar demokrasi Indonesia tidak disalahgunakan oleh kepentingan tertentu yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan amanat di hadapan ribuan anggota Polri pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).

 

Pentingnya Kritik yang Bertanggung Jawab sebagai Sarana Evaluasi

 

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan demokrasi harus terus diperkuat dengan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. 

 

Menurutnya, kritik memiliki peran penting sebagai pengingat sekaligus sarana evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki berbagai kebijakan.

 

"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," kata Presiden Prabowo.

 

Kewaspadaan Terhadap Pembajakan Demokrasi oleh Modal dan Asing

 

Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa demokrasi juga harus dijaga dari berbagai bentuk penyalahgunaan yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Prabowo secara tegas menyoroti bahaya intervensi keuangan skala besar dan agenda asing yang berpotensi memecah belah kedaulatan internal.

 

"Tapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," tegasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh berkembang menjadi kebencian ataupun perpecahan di tengah masyarakat. Perbedaan harus dikelola dengan bijak agar tidak mengoyak persatuan nasional.

 

"Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita," sambungnya.

 

Peran Strategis Polri sebagai Penjaga Demokrasi yang Dewasa

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan khusus kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia agar terus menjadi institusi yang menjaga kualitas demokrasi nasional.

 

Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara damai sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum.

 

"Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," tukasnya. (A)

PT Bogor Respons Milenial