Tiga Kubu KNPI Kabupaten Bogor Saling Klaim SK Sah, Rudy Susmanto Ungkap Siapa yang Berhak Dapat Hibah
BOGOR RESPONS – Bupati Bogor memastikan roda organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor tetap berjalan aktif dan produktif meskipun tengah menghadapi dinamika perpecahan atau "tigalisme" kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Langkah ini diambil guna menghindari kekosongan aktivitas kepemudaan di Bumi Tegar Beriman.
Sebelumnya, dinamika internal Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor sempat memanas karena adanya klaim kepengurusan dari tiga kubu, yakni kubu Wahyudi Chaniago, Farizan, dan Kidran Arsya Nugraha. Ketiganya masing-masing mengaku memiliki legalitas Surat Keputusan (SK) yang sah.
Persoalan ini pun menggelinding ke ranah publik, terutama terkait keabsahan pencairan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berupa Dana Hibah KNPI Kabupaten Bogor yang dikabarkan turun ke salah satu kubu.
Kepatuhan Administrasi Jadi Kunci Utama
Menanggapi polemik tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak akan ikut campur terlalu dalam pada konflik internal organisasi. Namun, dalam hal keuangan daerah, kepatuhan administrasi wajib menjadi kunci utama.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa segala proses keuangan yang bersumber dari APBD harus melalui mekanisme hukum yang ketat, objektif, dan akuntabel. Perpecahan di tingkat pusat atau daerah tidak boleh menyandera kreativitas pemuda, selama keabsahan organisasinya memiliki dasar hukum yang jelas.
"Kalau pun sekarang di pusatnya ada beberapa kelompok lebih dari satu, nah maka kami melihat yang terdaftar awal di Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor ini organisasinya yang mana," tegas Rudy Susmanto kepada awak media, Kamis (2/7/2026).
Dengan merujuk pada pendaftaran awal di Bakesbangpol, Pemkab Bogor mengambil jalan tengah yang paling aman untuk memastikan dana yang dikucurkan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sekaligus menghormati sejarah dan konsistensi keberadaan organisasi tersebut.
Jaga Eksistensi Pemuda Hebat Bogor
Lebih lanjut, Rudy Susmanto menyatakan sangat menghormati segala bentuk dinamika yang terjadi di tubuh organisasi kepemudaan. Poin paling krusial baginya sebagai kepala daerah adalah menjamin agar dinamika elit tidak sampai mematikan pergerakan pemuda di akar rumput.
Ia berharap seluruh elemen pemuda di Kabupaten Bogor tetap bersatu dalam semangat pembangunan, mengingat potensi generasi muda di wilayah ini sangat melimpah untuk menyongsong kemajuan di masa depan.
"Poin pentingnya adalah satu, pada saat kita masuk terlalu jauh ke ranah tersebut, jangan sampai organisasi kepemudaan akhirnya tidak berjalan, tidak bergerak di Kabupaten Bogor. Bogor butuh pemuda-pemuda hebat dan Bogor banyak pemuda-pemuda hebat yang bisa membangun Kabupaten Bogor ke depan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor," pungkasnya.
Related Articles