Ketua APDESI Kabupaten Bogor Optimistis Program 'Kades Masuk Kampus' Bawa Perubahan Signifikan

Pemerintah 30 Jun 2026 16:45 3 min read 26 views By admin

Share berita ini

Ketua APDESI Kabupaten Bogor Optimistis Program 'Kades Masuk Kampus' Bawa Perubahan Signifikan
H. Abdul Aziz Anwar, Kepala Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede sekaligus Ketua DPC APDESI Kabupaten Bogor.

BOGOR RESPONS – Sebanyak 17 Kepala Desa (Kades) berprestasi asal Kabupaten Bogor resmi mengikuti program peningkatan kapasitas kepemimpinan melalui instrumen edukasi inovatif bertajuk "Kepala Desa Masuk Kampus" Angkatan I.

 

Kegiatan berskala nasional ini diinisiasi langsung oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, bertempat di Kampus Utama Universitas Indonesia (UI), Depok, mulai Senin (29/6) hingga Kamis (2/7/2026). 

 

Langkah ini dipandang strategis guna menyuntikkan paradigma manajemen modern ke dalam tata kelola pemerintahan di tingkat akar rumput.

 

Sinergi Kepresidenan, Kemendagri, dan Universitas Indonesia

 

Program inovatif ini dirancang khusus melalui kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pihak Kepresidenan, Kementerian Dalam Negeri, dan Universitas Indonesia sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi terkemuka di tanah air.

 

Dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri, agenda ini memiliki fokus besar untuk mempersenjatai para pimpinan desa dengan keilmuan kontemporer, manajemen tata kelola publik, serta strategi diseminasi inovasi pembangunan daerah.

 

Selama empat hari diklat intensif, para peserta digembleng dengan kurikulum pembelajaran komprehensif yang adaptif terhadap tantangan zaman. 

 

Beberapa fokus utama materi pelatihan meliputi Penguatan kapasitas kelembagaan aparatur desa, Penyusunan dan replikasi praktik baik (best practices) tata kelola pemerintahan, lalu Akselerasi adopsi inovasi teknologi guna mempermudah pelayanan publik, terakhir Penguatan regulasi serta administrasi demi mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.

 

Delegasi Kabupaten Bogor Masuk Gelombang Pertama Nasional

 

Pada angkatan pertama ini, panitia pusat mengundang total 434 Kepala Desa pilihan dari berbagai penjuru tanah air. Kabupaten Bogor sendiri mendapat kehormatan dengan mengirimkan 17 pimpinan desa terbaiknya untuk masuk dalam fase pembuka gelombang pertama ini.

 

Terkait pembiayaan, seluruh ongkos akomodasi dan konsumsi ditanggung penuh oleh kepanitiaan pusat di bawah Kemendagri. Sementara itu, mobilisasi transportasi serta uang harian para peserta difasilitasi melalui skema sinergi APBD Kabupaten Bogor dan APBDes masing-masing wilayah, sesuai dengan regulasi serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sistem pelaksanaan diklat ini sengaja dirancang secara bergelombang. Tujuannya agar seluruh Kepala Desa di Indonesia ke depan bisa mendapatkan kesempatan peningkatan kapasitas akademis secara merata. Dengan metode bergelombang, transfer pengetahuan serta interaksi dengan para pakar dan akademisi UI diyakini dapat berjalan lebih interaktif, fokus, dan optimal.

 

APDESI Kabupaten Bogor Optimistis Bawa Perubahan

 

Kepala Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC APDESI MP Kabupaten Bogor, H. Abdul Aziz Anwar, turut hadir sebagai bagian dari 17 delegasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas realisasi program transformatif ini.

 

"Jadi, ini program 'Kepala Desa Masuk Kampus' yang bekerja sama dengan Menpresiden, Mendagri, dan Universitas Indonesia. Hari ini adalah gelombang pertama, di mana Kabupaten Bogor mengirimkan sebanyak 17 Kades," jelas H. Abdul Aziz Anwar, Selasa (30/6/2026).

 

"Ke depan, ini nanti akan terbagi beberapa gelombang untuk seluruh para kepala desa se-Indonesia," tambahnya.

 

Abdul Aziz optimistis, sepulangnya dari Universitas Indonesia, para kades asal Kabupaten Bogor mampu membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat.

 

Ilmu manajemen modern, penguatan jaringan, serta wawasan berbasis data yang didapatkan dari para akademisi diharapkan mampu menjadi modal utama dalam menelurkan kebijakan desa yang inovatif, visioner, dan mampu mendongkrak kemandirian ekonomi desa di bumi Tegar Beriman. 

PT Bogor Respons Milenial