Kalah Tajir dari Anggota Legislatif Lain, Kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Berada di Kelas Bawah

Pemerintah 21 Jun 2026 19:28 2 min read 45 views By admin

Share berita ini

Kalah Tajir dari Anggota Legislatif Lain, Kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Berada di Kelas Bawah
Laporan LHKPN periode 2024–2025 Tunjukkan Konsistensi Angka Pelaporan Sang Pimpinan Legislatif yaitu Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara.

BOGOR RESPONS — Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024–2025 bagi 55 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menarik perhatian publik setelah dirilis oleh akun informasi lokal @infobogorbarat_id. 

 

Di antara puluhan pejabat legislatif tersebut, dinamika kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menjadi sorotan utama akibat perubahannya yang dinilai sangat tipis dibandingkan rekan sejawatnya.

 

Kekayaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Berada di Kelas Bawah

 

Berdasarkan data resmi e-LHKPN KPK yang dipublikasikan kembali oleh akun media sosial tersebut, total harta kekayaan Sastra Winara tercatat berada di angka Rp1.948.000.000 (Rp1,948 Miliar) pada pelaporan tahun 2024. 

 

Sementara itu, pada pelaporan tahun 2025, jumlah kekayaan politisi Partai Gerindra yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor 5 ini berada di angka Rp1.937.000.000 (Rp1,937 Miliar).

 

Secara kalkulasi matematis, harta kekayaan sang Ketua DPRD hanya mengalami penyusutan nominal yang sangat kecil, yakni sebesar Rp10.000.000 (10 juta rupiah). 

 

Menariknya, angka selisih ini menempatkan Sastra Winara sebagai legislator dengan nilai pergeseran LHKPN paling kecil alias paling minimalis di antara seluruh 55 Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang menjabat.

 

Paling Stabil di Antara Anggota Legislatif Lainnya 

 

Ketika anggota dewan lainnya mengalami lonjakan harta hingga miliaran rupiah seperti Beben Suhendar dari Gerindra yang hartanya naik Rp3,556 Miliar, ataupun penurunan drastis hingga miliaran rupiah seperti Azwar Anas dari NasDem yang minus Rp7,568 Miliar grafik keuangan sang Ketua DPRD justru bergerak sangat stabil dan landai.

 

Jika disandingkan dengan rekan satu fraksi dan satu daerah pemilihan, stabilitas angka LHKPN Sastra Winara terlihat semakin kontras. Di Dapil Bogor 5 dari Partai Gerindra, terdapat nama Sarni yang mencatatkan kekayaan sebesar Rp11,663 Miliar pada 2024, lalu turun menjadi Rp9,313 Miliar pada 2025, yang berarti mengalami selisih penurunan hingga Rp2,350 Miliar. 

 

Ketajaman fluktuasi ini berbanding terbalik dengan Sastra yang tetap konsisten menjaga stabilitas pelaporannya di kisaran Rp1,9 Miliar dengan selisih tidak lebih dari angka puluhan juta rupiah.

 

Ikhtisar Data LHKPN DPRD Kabupaten Bogor

 

Secara umum, data akumulatif dari 55 Anggota DPRD Kabupaten Bogor memperlihatkan tren sebagai berikut:

• Total Anggota: 55 Orang

• Mengalami Kenaikan: 34 Anggota

• Mengalami Penurunan: 13 Anggota

• Tetap/Data Baru: 8 Anggota

 

Fenomena tipisnya selisih LHKPN Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini memicu tanggapan dari masyarakat. Hal ini dinilai mencerminkan pola hidup dan manajemen aset yang terukur selama menjalankan amanah publik sebagai pucuk pimpinan legislatif di Kabupaten Bogor.

PT Bogor Respons Milenial