Bupati Dorong Mojang Jajaka Jadi Ujung Tombak Promosi Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bogor
BOGOR RESPONS – Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Bogor Tahun 2026 untuk mampu menjadi garda terdepan dalam mempromosikan kebudayaan, pariwisata, serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki daerah, dapat dorongan penuh dari Bupati Bogor
Harapan besar tersebut disampaikannya langsung saat menghadiri malam Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Bogor Tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan meriah di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Jumat (26/6) malam.
Menurut Bupati Bogor Rudy Susmanto, ajang pemilihan ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum penting untuk melahirkan duta-duta daerah yang berkualitas tinggi.
Keberadaan Mojang dan Jajaka yang terpilih diharapkan mampu menjadi generator dan kekuatan baru dalam memperkenalkan identitas lokal ke tingkat nasional hingga mancanegara.
Melahirkan Generasi Muda Berkarakter dan Cerdas
Di hadapan para finalis yang berkompetisi, Bupati Rudy mengaku sangat bangga melihat besarnya talenta serta potensi yang ditunjukkan oleh putra-putri terbaik asal Bumi Tegar Beriman tersebut. Ia menilai para peserta tidak hanya mengandalkan penampilan fisik, tetapi juga memancarkan kecerdasan emosional dan intelektual yang kuat.
“Saya bangga melihat generasi muda Kabupaten Bogor yang tidak hanya tampil percaya diri dan membanggakan, tetapi juga memiliki kecerdasan, karakter yang kuat, serta kecantikan dan kecintaan terhadap budaya dan daerahnya,” ujar Rudy dengan nada optimis.
Ia menambahkan, kombinasi antara rasa percaya diri yang tinggi dan pemahaman mendalam terhadap kearifan lokal adalah modal utama bagi generasi muda saat ini untuk dapat bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri sebagai warga Kabupaten Bogor.
Wadah Strategis Penjaga Kelestarian Budaya Lokal
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa Pasanggiri Mojang Jajaka merupakan wadah yang sangat strategis dalam mencetak representasi ideal pemuda Kabupaten Bogor. Para finalis tidak hanya dituntut terampil dalam berkomunikasi serta berwawasan luas, namun wajib memiliki kepedulian nyata terhadap kelestarian warisan budaya di tengah gempuran modernisasi.
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah, menurut Rudy, memerlukan sentuhan inovatif dari para Mojang dan Jajaka. Melalui platform digital dan pendekatan kekinian, mereka diharapkan mampu mengemas keunikan tradisi lokal menjadi daya tarik wisata yang bernilai tinggi.
Amanah Besar Menjadi Wajah Unggulan Daerah
Dalam kesempatan itu, Rudy turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia, pembina, serta finalis yang telah mendedikasikan waktu dan kemampuannya. Ia juga memberikan ucapan selamat yang hangat kepada para pemenang yang resmi menyandang gelar kehormatan sebagai Mojang dan Jajaka Kabupaten Bogor Tahun 2026.
“Selamat kepada seluruh finalis dan para pemenang. Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal dari perjalanan yang lebih besar untuk terus berkarya, menginspirasi, dan mengabdi bagi masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Rudy mengingatkan bahwa predikat Mojang dan Jajaka bukanlah sekadar simbol prestise atau gelar tanpa makna. Mahkota dan selempang yang disematkan merupakan amanah serta tanggung jawab moral yang besar untuk bertindak sebagai 'wajah resmi' Kabupaten Bogor dalam memperkenalkan destinasi wisata, kuliner, kerajinan, hingga keramahan masyarakatnya kepada dunia luar.
Related Articles