Langkah Maju Konektivitas, Bogor Barat Bakal Disambung Jalur Kereta Api Tenjo-Jasinga

Pemerintah 24 Aug 2026 05:05 2 min read 74 views By Redaksi

Share berita ini

Langkah Maju Konektivitas, Bogor Barat Bakal Disambung Jalur Kereta Api Tenjo-Jasinga
Bogor Barat Bersiap: Jalur Kereta Api Baru Sambungkan Jasinga ke Jaringan KRL Jabodetabek.

BOGOR RESPONS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat integrasi moda transportasi massal untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mempermudah mobilitas masyarakat.

 

Setelah wacana kereta gantung di kawasan Puncak, kini giliran wilayah Bogor Barat yang disiapkan memiliki jalur kereta api pengumpan (feeder) berbasis rel yang akan terhubung langsung dengan jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bogor Rudy Susmanto. 

 

Penyiapan moda transportasi terintegrasi ini dirancang tak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga membangkitkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah yang membutuhkan penguatan aksesibilitas.

 

"Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antarwilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga," tegas Ajat.

 

Berdasarkan dokumen perencanaan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, terdapat dua opsi trase yang disiapkan, yaitu rute Tenjo-Jasinga sepanjang 18,6 km dan Parung Panjang-Jasinga sepanjang 26,5 km.

 

Namun, hasil kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor lebih merekomendasikan trase Parung Panjang-Jasinga. Jalur ini dinilai lebih unggul berdasarkan analisis teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

 

Berikut ringkasan gambaran proyek jalur kereta api Bogor Barat:

 

• Trase Unggulan (Parung Panjang-Jasinga): Memiliki panjang teknis sekitar 27,26 kilometer dan melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, hingga Tenjo.

 

• Fasilitas Jalur: Dilengkapi 6 stasiun baru dan 1 stasiun eksisting (Parung Panjang), 6 perlintasan sebidang, serta 17 jembatan.

 

• Spesifikasi Teknis: Menggunakan tipe konstruksi di atas tanah (at grade) dengan jenis kereta heavy rail.

 

• Waktu Tempuh & Tarif: Estimasi perjalanan berkisar 24 menit dengan perkiraan biaya operasional Rp20.000 hingga Rp30.000 per penumpang.

 

• Pengembangan Kawasan: Parung Panjang diproyeksikan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD), sementara Tenjo disiapkan sebagai stasiun logistik/barang.

 

Proyek strategis ini disiapkan melalui empat tahap pelaksanaan, dimulai dari pra-studi kelayakan, kajian AMDAL, penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pembebasan lahan, hingga masuk pada tahap konstruksi dan operasional.

 

Melalui kesiapan infrastruktur ini, Pemkab Bogor optimistis mobilitas warga komuter di wilayah Jasinga, Tenjo, hingga Parung Panjang akan jauh lebih efisien sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah di masa depan.

PT Bogor Respons Milenial

Recent Articles

Popular Articles