Kolaborasi Pusat dan Daerah, Pemkab Bogor Targetkan Perbaikan 13 Ribu Rutilahu Tahun Ini

Pemerintah 30 Jul 2026 13:42 2 min read 43 views By Redaksi

Share berita ini

Kolaborasi Pusat dan Daerah, Pemkab Bogor Targetkan Perbaikan 13 Ribu Rutilahu Tahun Ini
Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

BOGOR RESPONS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayahnya. 

 

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Bogor, sekitar 12 ribu hingga 13 ribu unit Rutilahu ditargetkan bakal diperbaiki sepanjang tahun ini.

 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa awalnya alokasi dari pemerintah pusat berkisar antara 6.500 hingga 6.700 unit. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah adanya dukungan dari Kementerian Perumahan Rakyat (KPR).

 

"Dari Menteri Perumahan Rakyat menambahkan menjadi 8.000 (unit). Kita pun di APBD murni menganggarkan 1.750, nanti di APBD Perubahan ditambah lagi 2.750. Sehingga kurang lebih tahun ini kita akan kerjakan sekitar 12 sampai 13 ribu rumah tidak layak huni," ujar Rudy kepada awak media di Hotel Horison, Rabu (29/7/2026).

 

Rudy Susmanto menegaskan, dari sisi kekuatan fiskal dan anggaran, Pemkab Bogor mampu mendukung program penanganan Rutilahu tersebut. Terlebih, alokasi sebanyak 8.000 unit Rutilahu dibiayai langsung oleh Pemerintah Pusat melalui APBN, sementara sisanya ditopang oleh APBD Kabupaten Bogor.

 

"Pengerjaannya kan dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat secara swadaya," jelasnya.

 

Meski belasan ribu rumah ditargetkan selesai tahun ini, Rudy mengakui bahwa jumlah Rutilahu yang terdata di Kabupaten Bogor masih jauh lebih banyak dibandingkan kemampuan penganggaran saat ini. Oleh karena itu, penanganan Rutilahu belum bisa tuntas sepenuhnya dalam jangka waktu satu hingga dua tahun ke depan.

 

Ia mengkalkulasikan, perbaikan 13 ribu unit rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit jika dihitung berdasarkan alokasi bantuan per unit.

 

"Bisa dihitung, kalau kurang lebih 13 ribu rumah dikali Rp20 juta, maka uangnya mencapai Rp260 miliar. Dan itu pun belum bisa menuntaskan semuanya," tambahnya.

 

Saat ini, Pemkab Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) masih terus menyelaraskan data Rutilahu yang ada di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara optimal dan tepat sasaran.

PT Bogor Respons Milenial

Recent Articles

Popular Articles